Saturday, 17 November 2007

Optimis Vs Pesimis

Dua buah kata yang mempunya pengartian yang berbeda, menarik juga waktu baca sebuh artikel tentang pengaruh kebiasaan Optimis dan kebiasaan pesimis dalam hidup. Memang setiap manusia pasti pernah merasakan keduanya di saat dihadapkan dengan kesulitan atau cobaan hidup yang datang.
Banyak orang yang setiap menghadapi kesukaran dalam perjalanan bidupnya selalu disikapi dengan sikap optimis dan yakin bahwa kesulitan ini pasti akan bisa diatasi, meski dengan berbagai macam perjuangan ( hal ini oleh sebagian orang dianggap sebagai seni-nya kehidupan ). Tapi tidak jarang juga kita ketemui saat seseorang menyikapi tantangan dalam kehidupan ini dengan sikap pesimis.
Dalam artikel yang saya baca ( Kompas - minggu 11 Nov. 2007, -red. ) mengambil contoh survey kepada beberapa orang penderita penyakit jantung. dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa sesorang dengan penyakit jantung yang memiliki keyakinan dan ke-optimis-an akan memiliki kesembuhan disaat menjalani terapi atau pengobatan, hanya 25% diantaranya yang meninggal, sementara yang lain berhasil menyembuhkan dirinya. Sementara diantara beberapa orang yang pesimis akan sembuh disaat menjalani perawatan 80% diantaranya meninggal dunia. Contoh tesebut dapat di Analogikan bahwa sesorang dengan semangat dan optimisme yang tinggi untuk menyelesaikan masalahnya akan mempunyai peluang sukses yang lebih besar dari pada seseorang dengan pesimisme didalam fikirannya.
Dari analogi diatas sebenarnya mengingatkan saya pada pengalaman hidup saya sendiri, mungkin jika ayah saya mempunyai sedikit keoptimis-an dan keyakinan bahwa beliau akan sembuh dari Stroke yang menyerang-nya mungkin saat ini beliau masih ada harapan untuk berdiri dan berjlan tegak kembali, walaupun sebenarnya itu semua merupakan kehendak sang Khalik, akan tetapi jika kita berusaha semaksimal mungkin untuk survive mungkin cerita-nya akan lain, " 4JJI tidak akan merubah nasib suatu kaum jikalau kaum itu tidak berusaha untuk merubahnya ". Maksudnya setiap makhluk ciptaan 4JJI diwajibkan dan diharuskan untuk berusaha terlebih dahulu sebelum menyerahkan semuanya kepada 4JJI. Hasil akhir adalah urusan sang Khalik, namun proses menuju hasil akhir yang belum ketahuan tersebut adalah ditangan kita, dan kita diwajibkan berusaha semaksimal mungkin mencapai hasil akhir yang kita inginkan.
Alangkah lebih baik, sembari mengingatkan diri sendiri, bahwa setiap insan haruslah memiliki keyakinan dan sikap optimis akan segala sesuatu yang ada di depan mata, dengan demikian fikiran dan mental akan otomatis ter-setting untuk semaksimal mungkin berusaha memberikan yang terbaik bahkan mungkin sampai melebihi kemampuan kita yang sebenarnya.... Amin.

No comments: