Monday, 24 December 2007

KITA BAHAGIA BILA ....

Sebuah Artikel Kiriman seorang teman, mungkin dah banyak yang pernah baca, namun gak ada salahnya di posting disini, sebagai pengingat buat diri sendiri dan siapa-pun yang sempet membaca ini di sini ......
.
.
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.
Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.
Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.

Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan no. satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati.
Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.

Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari.
Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
.
.
"Pemberani dan dermawan adalah orang-orang yang dicintai Tuhan
karena mereka selalu berbaik-sangka kepadaNya"

Indahnya Persaudaraan

Akhir - akhir ini banyak sekali terdengar berita yang lumayan membuat telinga-ku tergelitik, dan prihatin. Dan di masa sekarang ini bukan hal yang asing kayaknya, namun kian hari kejadian dengan motif yang mirip ini sangat sering terjadi. Kabar tentang pertikaian antara dua buah kelompok, atau malah kadang antara dua buah desa, sangat sering terjadi. Yang lebih mengherankan lagi dalam beberapa kasus pertikaian itu melibatkan antara sesama muslim yang pastinya adalah saudara se-iman. Bahkan yang lebih lucu lagi, para elite politik di negeri ini aja malah kerap baku hantam antar sesama anggota Parlemen.
Entah kenapa telinga ini agak risih kalau mendengar atau menyaksikan keadaan tersebut. Ada satu pertanyaan dalam otak ini, kenapa mereka bisa sangat mudahnya terprovokasi emosinya sehingga amarahnya menjadi meledak - ledak tak terkendali. Bahkan mungkin oleh masalah yang sebenarnya sepele saja sudah bisa membuat antar kelompok saling tikam dan saling bunuh.
Ironis memang, saat para pahlawan negeri ini berjuang demi kemerdekaan bangsa, mereka tidak akan membayangkan kalau bangsa ini akan sangat mudahnya tersulut emosinya. Lebih baik kalau semua berkaca kembali ke jaman dimana umat Muslim generasi pertama masih ada, pada masa para sahabat. Pernah ada sebuah kisah, saat balatentara Muslim sedang menyebrangi sungai untuk menuju medan pertempuran, salah seorang sahabat yang berada di barisan depan berteriak, bahwa kantung airnya terjatuh ke sungai yang mengalir begitu deras. Tanpa komando semua sahabatnya yang berada di barisan paling depan langsung menurunkan tangannya untuk mengaduk isi sungai mencari kantung air tersebut. Peristiwa itu disaksikan musuh kaum muslimin yang sedang mengintai di sebrang sungai. Kontan nyali mereka menjadi ciut melihat hal itu. Begitu kuatnya persaudaraan mereka sehingga demi sebuah kantung air sahabatnya, mereka tanpa komando langsung mengaduk seisi sungai. Bagaimana jika salah satu dari mereka tebunuh [?].
Sebuah pertalian saudara seiman yang indah, yang membuat musuh langsung gentar sebelum bertempur. Waktu masih SD guru agama saya pernah berkata, bahwa sesama muslim itu ibarat seperti satu anggota tubuh, jika salah satunya menderita sakit maka seluruh anggota tubuh yang lain akan merasakan hal yang sama, dan dengan cepat akan bertindak untuk mengobati sakit tersebut. Sebuah hal yang aneh, karena di negeri ini terdapat 200 juta jiwa yang mengaku beragama Islam, yang berarti adalah satu saudara seiman. Bayangkan saja seandainya 200 juta jiwa ini bersatu dalam saru semangat persaudaraan sepertihalnya kaum Anshor dan Muhajirin jaman Rasulullah, maka akan begitu indahnya dan tidak akan ada negeri lain yang akan menginjak-injak martabat bangsa ini. Dan pastinya akan menjadi pekerjaan rumah yang rumit kalau seandainya ada seorang provokator yang mencoba memprovokasi untuk membuat kerusuhan atau pertikaian.
Semoga saja ini bukanlam menjadi harapan semu, tapi sebuah cita-cita yang harus dimulai dari dalam diri sendiri. Karena bangsa ini adalah bangsa besar, keturunan Sriwijaya dan Majapahit yang mengusai laut dan daratan di Asia Tenggara. Karena bangsa ini mayoritas adalah kaum muslimin yang mempunyai ikatan persaudaraan yang kuat.

orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah ( perbaikilah hubugnan ) antara saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. Supaya kamu mendapat rahmat.
[ QS. Al - Hujurat : 10 ]

Saturday, 22 December 2007

Sebuah Langkah Awal

Malam begitu dingin, namun suasana malam itu cukup riuh, genjregan pengamen jalanan, dan terikan Bapak tukang parkir ber baur dengan raungan kendaraan bermotor dari mulai mubil kelas atas sampai sepeda motor butut ikut mengantri di jalan yang memang hanya cukup untuk dua lajur. Malam itu motor aku parkir di depan sebuah warung makan yang cukup ramai, tapi masih ada tempat buat saya dan teman saya duduk untuk mengisi perut yang memang sudah saatnya untuk di isi dengan makanan.
Diskusi kita lumayan asyik malam itu, sebuah project plan untuk perjalanan tahun depan mau seperti apa. Berangkat keinginan untuk mengembangkan potensi dan peluang yang ada di depan mata, kami mulai membahas satu - persatu bagai mana chance di tahun depan seperti apa. Mulai dari product kecil-kecilan sampai dengan yang mendatangkan pemasukan lumayan. Diskusi ini hanya sebuah lanjutan dari sebuah kesepakatan bersama sekelompok kecil manusia yang punya keinginan untuk maju dan berkembang bersama. malam itu ada sedikit kebimbangan, mana yang akan kita pilih sebagai langkah awal perjalanan ini, saat dalam situasi ini saya teringat akan cerita seseorang yang mampu memacu adrenalin saya untuk merangsang pikiran.
Dia seorang kewarganegaraan Jepang, dia bercerita bahwa selama ini dia selalu berkeliling dunia terutama Indonesia, untuk mencari para pengrajin kecil yang membuat barang-barang unik. Dia crita, saat Indonesia dia berkeliling ke Solo, lalu memesan gitar dalam skala yang besar, dengan memberikan contoh model yang cukup cantik ke pengrajin tersebut. Setelah jadi dia minta untuk di beri label " Made In Japan ", lalu dia bawa ke Jakarta. Di Jakarta dia bawa ke Mall Taman Anggrek lalu di jual dengan harga hampir 10 kali lipat.
Dilain kesempatan, dia memesan Batik, kemudian dia bawa batik itu ke Thailand. Disana Batik tersebut di pajang di sebuah kios, Batik-batik tersebut di bagi dua, yang pertama di kemas sedemikian rupa dengan plastic, dan di beri tulisan " made in Japan " kemudian yang satu lagi hanya dia sampir-kan saja tanpa dikemas dengan apik, dan di beri tulisan " made in Indonesia ", hasil akhirnya, barang - barang yang di kemas sedemikian rupa itu ternyata habis terjual, mengalahkan product yang bertuliskan " made in Indonesia ". Padahal orang-orang yang membeli tau, bahwa batik itu yang berkualitas memang dari Indonesia, namun ternyata konsumen pasar itu cenderung memilih barang yang memiliki kemasan yang cantik dan menarik, sehingga tanpa harus di jelaskan secara psikologis seseorang pasti akan memilih barang yang memiliki kemasan yang cantik.
Kejadian ini menggugah inspirasi saya, bahwa apapun yang nanti akan kita tawarkan, kita cukup mengemas dengan cantik barang tawaran kita itu, maka dengan sendirinya, konsumen akan melirik untuk melihat, meneliti, lalu akan membeli product itu. Dengan berbekal semangat dari sekelompok kecil yang kita bentuk ini, yang sudah menyatukan visi-misi kedepan seperti apa, semoga bisa menjadi secercah harapan untuk memperpanjang mimpi yang sudah terpatri di kepala masing-masing, saya dan teman-teman sepakat untuk memulai sekarang, untuk selanjutnya akan semakin berkembang.

Sunday, 9 December 2007

Keep Your Spirit Burning

" Seperti halnya Besi, yang jika di biarkan maka lama kelamaan akan menjadi berkarat "


Demikian juga dengan Manusia, jika dia diam dan tidak melakukan apa-apa maka lama kelamaan dia akan mati
Sama juga dengan setiap aktivitas yang dijalani dalam kehidupan, hidup yang serba komplex, namun sebenarnya merupakan rajutan benang terindah yang di pintal oleh Sang Pencipta Maha Agung, seharusnya dijalani dengan besungguh - sungguh dan penuh semangat untuk mencapai hasil yang paling maksimal, jika bermalas-malasan maka cepat atau lambat existensi sebagai makhluk ciptaan paling sempurna akan menghilang.

Mudah-mudahan akan menjadi penyemangat, terutama buat diri-ku sendiri.... Amin.

Indo Vs Malay

Fuiihh......
Ramai kali beberapa bulan terakhir ini, hubangan antara saudara ( yang katanya serumpun ) ternyata belakangan malah saling hujat, dan saling memprovokasi, entah dari mana asalnya dan kapan itu pertama kali terjadi, sebenernya masih perlu di pertanyakan. Review sedikit aja, kalo nggak salah, di tahun 1960-an ( tepatnya sih sekitar 1962 - 1966 ) pernah terjadi hal serupa, yang akhirnya hapir terjadi perang saudara besar-besaran, bahkan telah dilakukan penyusupan oleh TNI untuk menyerbu Malaysia, tapi syukurlah perseteruan itu bisa mereda.
Kalo di sisi saya sebagai anak bangsa Indonesia, jujur mungkin saya akan membenci setengah mati sama Negara satu itu... tapi dalam lubuk hati terdalam terbesit ke kaguman dan ucapan Salut luar biasa to Malay...( Why ??? )
Malaysia merdeka dengan cara di beri kedaulatan oleh Inggris, dahulu sebenarnya berkiblat ke Indonesia, awalnya banyak pemuda-pemudi Malaysia yang belajar dan menimba Ilmu di Indonesia dan mereka bertebaran di beberapa Universitas di negeri kita ini, dapat di katakan walaupun sebernya belum mewakili, Indonesia-lah yang mengajari Malaysia, Namun coba sekarang kita tengok, Tingkat Perekonomian maupun kondisi ketatanegaraan, mereka bisa di bilang berada di atas kita ( belum mewakili juga... hanya opini pribadi ). Bukti nyata adalah saat dunia di guncang dengan krisis ekonomi, yang hampir seluruh dunia terutama Asia terkena imbasnya. Mereka lebih dulu survive dari Indonesia. Satu Fakta lagi, jumlah pelajar indonesia yang belajar di Malaysia lebih banyak dari pada jumlah pelajar dari Malaysia yang belajar di indonesia. Bahkan pencapaian emas Sea Games kontingen Malaysia ternyata di atas kontingen Indonesia ( note aja, dulu pasukan mereh putih jadi Raja di Asia Tenggara ).
Dan Sekarang, Ramai banget di beritakan kalo Malaysia banyak mematenkan budaya asli Indonesia menjadi atas nama Malaysia, entah-lah dari mana dasar-nya. Yang jelas di benak saya, ada hal aneh disini. Kenapa Malaysia berani melakukan itu ?? Ada yang mengadu domba dua negara yang serumpun ini kah ?? Ada hubungannya nggak ya dengan kemajuan Islam, yang kalo boleh di bilang di Indonesia dan Malaysia merupakan negara dengan mayoritas Islam terbesar dan mampu melahirkan profesor-profesor di bidang Saint yang begitu kuatnya memeluk Islam ?? ( wallahu 'alam.... hanya opini pribadi ).
Yah... ini hanya opini aja, dan nggak didukung dengan data - data kongkret, cuman sepertinya hal ini harus disikapi dengan kepala dingin, kalo tidak bisa jadi kejadian 1960-an akan terjadi, dan yang akan sengsara pastinya dan tidak lain adalah rakyat di dua negara ini, dan tentunya pihak yang menginginkan hal itu terjadi akan tertawa lebar dengan tanpa dosa.....
Mudah-mudahan para elite politik negeri ini bisa bertindak se-bijaksana mungkin, sehingga tidak memperparah atau memperkeruh situasi... Amin.