Monday, 24 December 2007

Indahnya Persaudaraan

Akhir - akhir ini banyak sekali terdengar berita yang lumayan membuat telinga-ku tergelitik, dan prihatin. Dan di masa sekarang ini bukan hal yang asing kayaknya, namun kian hari kejadian dengan motif yang mirip ini sangat sering terjadi. Kabar tentang pertikaian antara dua buah kelompok, atau malah kadang antara dua buah desa, sangat sering terjadi. Yang lebih mengherankan lagi dalam beberapa kasus pertikaian itu melibatkan antara sesama muslim yang pastinya adalah saudara se-iman. Bahkan yang lebih lucu lagi, para elite politik di negeri ini aja malah kerap baku hantam antar sesama anggota Parlemen.
Entah kenapa telinga ini agak risih kalau mendengar atau menyaksikan keadaan tersebut. Ada satu pertanyaan dalam otak ini, kenapa mereka bisa sangat mudahnya terprovokasi emosinya sehingga amarahnya menjadi meledak - ledak tak terkendali. Bahkan mungkin oleh masalah yang sebenarnya sepele saja sudah bisa membuat antar kelompok saling tikam dan saling bunuh.
Ironis memang, saat para pahlawan negeri ini berjuang demi kemerdekaan bangsa, mereka tidak akan membayangkan kalau bangsa ini akan sangat mudahnya tersulut emosinya. Lebih baik kalau semua berkaca kembali ke jaman dimana umat Muslim generasi pertama masih ada, pada masa para sahabat. Pernah ada sebuah kisah, saat balatentara Muslim sedang menyebrangi sungai untuk menuju medan pertempuran, salah seorang sahabat yang berada di barisan depan berteriak, bahwa kantung airnya terjatuh ke sungai yang mengalir begitu deras. Tanpa komando semua sahabatnya yang berada di barisan paling depan langsung menurunkan tangannya untuk mengaduk isi sungai mencari kantung air tersebut. Peristiwa itu disaksikan musuh kaum muslimin yang sedang mengintai di sebrang sungai. Kontan nyali mereka menjadi ciut melihat hal itu. Begitu kuatnya persaudaraan mereka sehingga demi sebuah kantung air sahabatnya, mereka tanpa komando langsung mengaduk seisi sungai. Bagaimana jika salah satu dari mereka tebunuh [?].
Sebuah pertalian saudara seiman yang indah, yang membuat musuh langsung gentar sebelum bertempur. Waktu masih SD guru agama saya pernah berkata, bahwa sesama muslim itu ibarat seperti satu anggota tubuh, jika salah satunya menderita sakit maka seluruh anggota tubuh yang lain akan merasakan hal yang sama, dan dengan cepat akan bertindak untuk mengobati sakit tersebut. Sebuah hal yang aneh, karena di negeri ini terdapat 200 juta jiwa yang mengaku beragama Islam, yang berarti adalah satu saudara seiman. Bayangkan saja seandainya 200 juta jiwa ini bersatu dalam saru semangat persaudaraan sepertihalnya kaum Anshor dan Muhajirin jaman Rasulullah, maka akan begitu indahnya dan tidak akan ada negeri lain yang akan menginjak-injak martabat bangsa ini. Dan pastinya akan menjadi pekerjaan rumah yang rumit kalau seandainya ada seorang provokator yang mencoba memprovokasi untuk membuat kerusuhan atau pertikaian.
Semoga saja ini bukanlam menjadi harapan semu, tapi sebuah cita-cita yang harus dimulai dari dalam diri sendiri. Karena bangsa ini adalah bangsa besar, keturunan Sriwijaya dan Majapahit yang mengusai laut dan daratan di Asia Tenggara. Karena bangsa ini mayoritas adalah kaum muslimin yang mempunyai ikatan persaudaraan yang kuat.

orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah ( perbaikilah hubugnan ) antara saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. Supaya kamu mendapat rahmat.
[ QS. Al - Hujurat : 10 ]

No comments: