@
Sering sekali dalam satahun ini terjadi accident yang meski tidak berakibat fatal, tapi cukup memusingkan fikiran. Dan lagi – lagi, yang paling menderita kerugian justru si pelaku kejadian itu sendiri.
Sedikit ulasan background, di tempatku adalah yang bertanggung jawab dan yang mengontrol sekaligus mengawasi, bagaimana process delivery parts, dari supplier ke perusahaan berjalan sesuai dengan rule yang ada.
Karena bagian ini langsung bersentuhan dengan jalanan dan jalan raya yang sudah tentu dengan kepadatan dan keruwetanya di segala sector. Nah,….. masalah berawal dari sini, Jika kondisi siang hari yang begitu padat dan ramai, sehingga konsentrasi akan dengan sukses tersalurkan sebagaimana mestinya, maka masalah yang berhubungan dangan konsentrasi saat membawa parts akan sedikit ter-eliminasi.
Namun…. Saat malam memeluk bumi, maka keadaan akan menjadi sangat tenang, sepi, mencekam,…. Dan mulailah drama kengerian mulai mengancam. Disini yang di soroti bukannya tindak criminal sejenisnya, tapi berupa reaksi alami setiap makhluk yang bernyawa. Tubuh ini, terutama manusia sebagai makhluk siang hari, akan merasakan reaksi yang dinamakan oleh ahli kedokteran dan perdukunan dengan nama Kantuk. Disinilah awal bahaya siap menerkam dan merobek tatanan yang tertata dengan rapi.
Jika kita posisikan diri sebagai seorang driver, maka saat malam hari, dimana kondisi sepi, gelap, dan sunyi mencekam serta dingan menusuk tulang, maka dengan sangat sukses penyakit kantuk ini akan langsung menyergap. Bayangkan,… jika sedang mengendarai mobil atau truck tiba-tiba kantuk datang, maka dengan tanpa ampun, kendali teradap pikiran dan respon reflex dari tubuh akan berkurang atau bahkan lenyap. Saat itulah, banyak kecelakaan jalan raya terjadi.
Kasus ini adalah kasus ke-6 yang aku tangani dari 12 kasus yang terjadi. Hasil investigasi secara intensive dan berkala layaknya seorang detective, 10 kasus terjadi karena kondisi mengantuk, 1 kejadian karena salah system management dai perusahaan delivery, dan 1 kasus karena kecerobohan dan sikap ugal-ugalan driver. Kebetulan 4 dari 6 adalah kerena driver mengantuk dan 2 lain-nya adalah kejadian yang berhubungan dengan driver dan system kerja perusahaan delivery tadi.
Kadang saat menginterogasi driver, kebanyakan bahkan hampir 80% terjadi sebenarnya bukan karena kesalahan dari driver itu sendiri.
Mungkin benar, driver mangantuk, tapi ini adalah rekasi alamiah yang bisa terjadi pada siapa-pun. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana mengatasi jika ternyata driver tersebut mengantuk.
Logika berfikir meski diputar balik sedemikian rupa sehingga yang kita soroti adalah factor selain factor manusia. Setiap perusahaan pasti punya guidance yang digunakan agar pelaksanaan kegiatan usaha tersebut berjalan dengan lancar, namun kadang standard operational itulah yang tidak berjalan atau bahkan malah tidak ada.
Katakan driver tersebut mengantuk, lalu…. Dia harus ngapain, [??] kalo tidak ada procedure yang jelas, maka sudah pasti kecelakaan akan terjadi dengan indah. Menurutku yang terpenting adalah benahi dulu management driver, dan segala procedure abnormal yang pastinya akan terjadi saat di jalan raya. Salah satunya adalah mengantuk.
Jika management perusahaan peduli, maka akan dibuatlah berbagai macam procedur atau cara atau metode yang bisa di terapkan oleh driver saat kondisi abnormal tersebut datang menyergap. Artinya, kepedulian dari management tertinggi akan keselamatan driver, dan barang yang dibawa adalah yang utama.
Banyak jalan menuju Roma, dan sudah pasti banyak jalan untuk mencegah terjadinya kecelakaan karena mengantuk. Yang utama adalah control dan pelaksanaan tiap point – point penting dari standard operation yang sudah ada. Tapi tentunya Standard operation itu haruslah sudah benar dan sesuai denangan berbagai macam kondisi yang bisa terjadi di lapangan. Jika system ini berjalan dengan cantik, maka anggak kecelakaan di jalan karena mangantuk atau factor yang lain akan bisa diminimalisir. Tentunya peran active dari tiap pimpinan perusahaan atau staff pendukung operational adalah yang paling utama. Benahi dulu system yang ada untuk meminimalisir kondisi abnormal, baru setelah itu me-maintain manusia pelaksananya. 2 hal ini harus berjalan seiring dan berkesinambungan. Tidak bisa jika berjalan sendiri – sendiri.
m'Q
_
Mimpi adalah awalan sebelum terciptanya rencana yang selanjutnya dijalankan agar terwujud
Wednesday, 26 November 2008
Prajurit Tjinta
@
Indah sekali, membaca dan mengikuti ungkapan hati kawan – kawan yang di realisasikan dengan singkat atau pun panjang, untuk saling menyahut dan menanggapi satu sama lain.
Ada hal menarik buat-ku disini, ada istilah menarik dari seorang kawan yang dengan indah menyebut kami dengan sekawanan “ Lebah “. Buat aku, Lebah adalah salah satu binatang yang luar biasa. Yang pertama lebah adalah salah satu binatang yang di abadikan di dalam Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, dan merupakan pedoman umat manusia untuk menjalani terjalnya kehidupan fana.
Yang kedua, Lebah adalah sekawanan binatang yang hanya menyukai keindahan. Binatang ini hanya hinggap di bunga dan menghasilkan madu. Yang artinya mereka selalu berada di tempat yang baik dan menyukai benda baik dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi makhluk lain. Yang ketiga Labah adalah sekumpulan prajurit perang yang gagah berani dan tangguh di medan pertempuran, mereka tidak akan memulai suatu perang jika mereka tidak merasa terganggu. Jika sedikit saja habitat mereka merasa diusik dan terancam oleh pihak asing, maka dengan semangat ’45 mereka akan melakukan serangan balasan yang pastinya akan membuat musuh kalang kabut dan akan menderita seumur hidup.
Bagi-ku, cukuplah merasa tersanjung seandainya kami disamakan dengan sekawanan Lebah ini. Entah dengan maksud apa aku juga kurang begitu mengerti. Namun ku anggap, aku memiliki kawan-kawan yang luar biasa yang masing – masing memiliki talenta-talenta individu yang unique. Mulai dari seorang pujangga ulung dengan naskah-naskah syairnya yang menghanyutkan hingga seorang yang apa adanya, yang megungkapkan semua yang terlintas di otaknya dengan gamblang tanpa ada perasaan pakewuh. Yang dilanjutkan oleh wejangan penuh nilai yang terkandung banyak ilmu kehidupan, hingga kata – kata yang Cuma mengandung cela-an dan cerca-an tiada tara. Meski demikian, semunya bersatu berjalan seiring dengan perasaan saling memiliki dan keinginan kuat untuk saling mendukung dan melindungi satu sama lain. Mungkin keindahan ini hanya ada pada kami, dan pastinya akan berlangsung terus sampai ke generasi – generasi berikutnya.
Jika kawan-kawan Andrea Hirata di perguruan Muhammadiyah Blitong di sebut dengan sebutan Laskar Pelangi, maka aku mungkin lebih suka menyebut kawanan labah ini dengan Para Prajurit Cinta. Cinta, yang mana mendasari setiap langkah kami untuk saling menyayangi, melindungi, dan mendukung, meskipun kadang keluar kata-kata tajam tanpa dosa menusuk hati. Perasaan menyayangi sesama saudara, yang dengan ikhlas melakukan apa-pun untuk menyenangkan lebah lain yang butuh pertolongan. Atau perasaan sedih yang dengan sendirinya tumbuh jika ada satu lebah yang berlinang air mata. Dan kebahagian yang dengan indah tersalurkan jika ada lebah yang tertawa baagia.
Sepertinya ini jadi mimpi yang Indah bukan [?]. Atau ini hanya perasaan hiperbolis yang entah dari mana datangnya yang tiba-tiba menelusup masuk di tiap pori-pori, yang dengan terorganisir melakukan agresi yang dengan sukses membombardir dunia khayalan yang aku buat.
Semoga ini bukan hanya mimpi dengan isapan jempol. Dan semoga para prajurit yang sedang berjuang mencari cinta-nya sendiri segera menemukan yang mereka cari. Dan tentunya Malaikat Juga akan tau kalo semua ada masa-nya sendiri – sendiri.
m'Q
_
Indah sekali, membaca dan mengikuti ungkapan hati kawan – kawan yang di realisasikan dengan singkat atau pun panjang, untuk saling menyahut dan menanggapi satu sama lain.
Ada hal menarik buat-ku disini, ada istilah menarik dari seorang kawan yang dengan indah menyebut kami dengan sekawanan “ Lebah “. Buat aku, Lebah adalah salah satu binatang yang luar biasa. Yang pertama lebah adalah salah satu binatang yang di abadikan di dalam Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, dan merupakan pedoman umat manusia untuk menjalani terjalnya kehidupan fana.
Yang kedua, Lebah adalah sekawanan binatang yang hanya menyukai keindahan. Binatang ini hanya hinggap di bunga dan menghasilkan madu. Yang artinya mereka selalu berada di tempat yang baik dan menyukai benda baik dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi makhluk lain. Yang ketiga Labah adalah sekumpulan prajurit perang yang gagah berani dan tangguh di medan pertempuran, mereka tidak akan memulai suatu perang jika mereka tidak merasa terganggu. Jika sedikit saja habitat mereka merasa diusik dan terancam oleh pihak asing, maka dengan semangat ’45 mereka akan melakukan serangan balasan yang pastinya akan membuat musuh kalang kabut dan akan menderita seumur hidup.
Bagi-ku, cukuplah merasa tersanjung seandainya kami disamakan dengan sekawanan Lebah ini. Entah dengan maksud apa aku juga kurang begitu mengerti. Namun ku anggap, aku memiliki kawan-kawan yang luar biasa yang masing – masing memiliki talenta-talenta individu yang unique. Mulai dari seorang pujangga ulung dengan naskah-naskah syairnya yang menghanyutkan hingga seorang yang apa adanya, yang megungkapkan semua yang terlintas di otaknya dengan gamblang tanpa ada perasaan pakewuh. Yang dilanjutkan oleh wejangan penuh nilai yang terkandung banyak ilmu kehidupan, hingga kata – kata yang Cuma mengandung cela-an dan cerca-an tiada tara. Meski demikian, semunya bersatu berjalan seiring dengan perasaan saling memiliki dan keinginan kuat untuk saling mendukung dan melindungi satu sama lain. Mungkin keindahan ini hanya ada pada kami, dan pastinya akan berlangsung terus sampai ke generasi – generasi berikutnya.
Jika kawan-kawan Andrea Hirata di perguruan Muhammadiyah Blitong di sebut dengan sebutan Laskar Pelangi, maka aku mungkin lebih suka menyebut kawanan labah ini dengan Para Prajurit Cinta. Cinta, yang mana mendasari setiap langkah kami untuk saling menyayangi, melindungi, dan mendukung, meskipun kadang keluar kata-kata tajam tanpa dosa menusuk hati. Perasaan menyayangi sesama saudara, yang dengan ikhlas melakukan apa-pun untuk menyenangkan lebah lain yang butuh pertolongan. Atau perasaan sedih yang dengan sendirinya tumbuh jika ada satu lebah yang berlinang air mata. Dan kebahagian yang dengan indah tersalurkan jika ada lebah yang tertawa baagia.
Sepertinya ini jadi mimpi yang Indah bukan [?]. Atau ini hanya perasaan hiperbolis yang entah dari mana datangnya yang tiba-tiba menelusup masuk di tiap pori-pori, yang dengan terorganisir melakukan agresi yang dengan sukses membombardir dunia khayalan yang aku buat.
Semoga ini bukan hanya mimpi dengan isapan jempol. Dan semoga para prajurit yang sedang berjuang mencari cinta-nya sendiri segera menemukan yang mereka cari. Dan tentunya Malaikat Juga akan tau kalo semua ada masa-nya sendiri – sendiri.
m'Q
_
Friday, 14 November 2008
Gila Bola [ Curhat seorang kawan ]
28 okt 45. rakyat surabaya menyerang basis sekutu (amerika,inggris yg diboncengi belanda). intinya mereka tidak mau tunduk pada hegemoni asing. pertempuran terus berlanjut selama beberapa hari. hingga akhirnya malaby tewas.
9 nov 45. Mansergh menyerahkan 2 surat kepada Gubernur Suryo. Pamflet disebar. isinya berupa seruan untuk menyerah. rakyat surabaya harus mengibarkan bendera putih.
10 nov 45. bung tomo yang tidak sabar menunggu kelambanan pusat mendatangi RRI. pidatonya diperdengarkan luas. rakyat menyambutnya dengan antusias. pemuda disiapkan. dipasangi bom bunuh diri di badan mereka untuk menghadang tank2 sekutu. bung Tomo pun bergerilya. perang bergejolak hingga desember. hingga sekutu tersadar. indonesia tidak bisa dilawan dg kekerasan. perjanjian linggarjati digelar. mengawali babak baru penjajahan gaya baru. kapitalisme.
kita terbuai kawan. Kapitalisme adalah musuh bersama. Konsep para milyarder asing untuk memperkaya diri sendiri, dan trus menumpuk kekayaan untuk dinikmati sendiri. Padahal di Dunia ini telah penuh sesak anak - anak kurus kering yang kurang gizi berteriak - teriak minta sesuap nasi. Penjajahan yang dulu berbentuk Kolonialisme dengan tidasan senjata dan nafsu, sekarang telah berganti menjadi penjajahan dengan wajah baru. Fashion, Life Style, Food, sampai ke Pekerjaan, Pola pikir, dan yang lebih parah adalah Sepak Bola.
Bayang kan saja, Liga2 asing masuk bukan hanya mengajarkan sportivitas tapi juga materialitas dan chauvinis. Penampangan sosok pemain bola yang gila nge-drugs, pesta, pakaian - pakain glamor, sampai dengan kehidupan malam terus ditayangkan. Semantara Liga Indonesia yang sudah menjelma menjadi Indonesian Super Leaque telah berubah menjadi ajang tawuran yang gak berbentuk. Bukan lagi Jaman-nya lempar - lemparan botol, tapi sudah berubah menjadi tawuran diatas lapangan. cibiran. cemooh. tapi tak ada yg berani mengubah. industri persepakbolaan lokal semakin merunduk. klub2 sekarat. pemain menghinakan diri. suporter,tak usah ditanyalah. Wasit jadi kambing hitam yang semakin hitam karena dengan setia menerima pukulan dan tendangan kung-fu dari pemain.
Reformasi perindustrian sepak bola atau kita akan mati. Yang tersisa hanya binatang - binatang buas yang siap mencakar dan menendang. Gak ada lagi sportivitas, saling menghargai, dan menerima kekalahan seperti yang diajarkan guru-ku jaman SD dulu. Semua pengen menang sendiri. Skali lagi, harus ada yang berani me-Revolusi semua ini. dulu negri ini di segani oleh kawan dan lawan. Sekarang cukup dengan Team U-21 untuk meladeni Pasukan Senior Merah Putih.
Entahlah, sebentar lagi timnas bertanding di Piala Tiger " malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya...", Gak usah mikirin Olimpiade ato malah World Cup. Pikirin aja ISL dan COPPA DJISAMSU yang katanya perhelatan Paling akbar di Tanah Air. ahhh,.... aku cuman bisa nulis dan berdoa,... " Semoga Timnas Indonesia Bisa Juara Piala Dunia " [amin.]
{ Rq & Ekh }
9 nov 45. Mansergh menyerahkan 2 surat kepada Gubernur Suryo. Pamflet disebar. isinya berupa seruan untuk menyerah. rakyat surabaya harus mengibarkan bendera putih.
10 nov 45. bung tomo yang tidak sabar menunggu kelambanan pusat mendatangi RRI. pidatonya diperdengarkan luas. rakyat menyambutnya dengan antusias. pemuda disiapkan. dipasangi bom bunuh diri di badan mereka untuk menghadang tank2 sekutu. bung Tomo pun bergerilya. perang bergejolak hingga desember. hingga sekutu tersadar. indonesia tidak bisa dilawan dg kekerasan. perjanjian linggarjati digelar. mengawali babak baru penjajahan gaya baru. kapitalisme.
kita terbuai kawan. Kapitalisme adalah musuh bersama. Konsep para milyarder asing untuk memperkaya diri sendiri, dan trus menumpuk kekayaan untuk dinikmati sendiri. Padahal di Dunia ini telah penuh sesak anak - anak kurus kering yang kurang gizi berteriak - teriak minta sesuap nasi. Penjajahan yang dulu berbentuk Kolonialisme dengan tidasan senjata dan nafsu, sekarang telah berganti menjadi penjajahan dengan wajah baru. Fashion, Life Style, Food, sampai ke Pekerjaan, Pola pikir, dan yang lebih parah adalah Sepak Bola.
Bayang kan saja, Liga2 asing masuk bukan hanya mengajarkan sportivitas tapi juga materialitas dan chauvinis. Penampangan sosok pemain bola yang gila nge-drugs, pesta, pakaian - pakain glamor, sampai dengan kehidupan malam terus ditayangkan. Semantara Liga Indonesia yang sudah menjelma menjadi Indonesian Super Leaque telah berubah menjadi ajang tawuran yang gak berbentuk. Bukan lagi Jaman-nya lempar - lemparan botol, tapi sudah berubah menjadi tawuran diatas lapangan. cibiran. cemooh. tapi tak ada yg berani mengubah. industri persepakbolaan lokal semakin merunduk. klub2 sekarat. pemain menghinakan diri. suporter,tak usah ditanyalah. Wasit jadi kambing hitam yang semakin hitam karena dengan setia menerima pukulan dan tendangan kung-fu dari pemain.
Reformasi perindustrian sepak bola atau kita akan mati. Yang tersisa hanya binatang - binatang buas yang siap mencakar dan menendang. Gak ada lagi sportivitas, saling menghargai, dan menerima kekalahan seperti yang diajarkan guru-ku jaman SD dulu. Semua pengen menang sendiri. Skali lagi, harus ada yang berani me-Revolusi semua ini. dulu negri ini di segani oleh kawan dan lawan. Sekarang cukup dengan Team U-21 untuk meladeni Pasukan Senior Merah Putih.
Entahlah, sebentar lagi timnas bertanding di Piala Tiger " malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya...", Gak usah mikirin Olimpiade ato malah World Cup. Pikirin aja ISL dan COPPA DJISAMSU yang katanya perhelatan Paling akbar di Tanah Air. ahhh,.... aku cuman bisa nulis dan berdoa,... " Semoga Timnas Indonesia Bisa Juara Piala Dunia " [amin.]
{ Rq & Ekh }
Soerabaja - 10 November '45
Bismillahirrahmanir rahim…
Merdeka!!!
Saoedara-saoedara ra'jat djelata di seloeroeh Indonesia, teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea. Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.
Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.
Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran- pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa ra'jat Indonesia di Soerabaja pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe, pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi, pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali, pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan, pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera, pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,
didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra'jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng, telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol, telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana
Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran. Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.
Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini. Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra'jat Indonesia, ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini Dengarkanlah ini hai tentara Inggris, ini djawaban ra'jat Soerabaja ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian
Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe, menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe, kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe
Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada, Tetapi inilah djawaban kita: Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!
Saoedara-saoedara ra'jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak, baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.
Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka. Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka. Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.
Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar pertjajalah saoedara-saoedara, Toehan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!
BUNG TOMO [ November 10, 1945 ]
.
.
Merdeka!!!
Saoedara-saoedara ra'jat djelata di seloeroeh Indonesia, teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea. Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.
Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.
Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran- pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa ra'jat Indonesia di Soerabaja pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe, pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi, pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali, pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan, pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera, pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,
didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra'jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng, telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol, telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana
Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran. Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.
Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini. Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra'jat Indonesia, ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini Dengarkanlah ini hai tentara Inggris, ini djawaban ra'jat Soerabaja ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian
Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe, menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe, kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe
Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada, Tetapi inilah djawaban kita: Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!
Saoedara-saoedara ra'jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak, baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.
Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka. Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka. Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.
Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar pertjajalah saoedara-saoedara, Toehan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!
BUNG TOMO [ November 10, 1945 ]
.
.
Subscribe to:
Posts (Atom)