Wednesday, 26 November 2008

Prajurit Tjinta

@
Indah sekali, membaca dan mengikuti ungkapan hati kawan – kawan yang di realisasikan dengan singkat atau pun panjang, untuk saling menyahut dan menanggapi satu sama lain.
Ada hal menarik buat-ku disini, ada istilah menarik dari seorang kawan yang dengan indah menyebut kami dengan sekawanan “ Lebah “. Buat aku, Lebah adalah salah satu binatang yang luar biasa. Yang pertama lebah adalah salah satu binatang yang di abadikan di dalam Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, dan merupakan pedoman umat manusia untuk menjalani terjalnya kehidupan fana.
Yang kedua, Lebah adalah sekawanan binatang yang hanya menyukai keindahan. Binatang ini hanya hinggap di bunga dan menghasilkan madu. Yang artinya mereka selalu berada di tempat yang baik dan menyukai benda baik dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi makhluk lain. Yang ketiga Labah adalah sekumpulan prajurit perang yang gagah berani dan tangguh di medan pertempuran, mereka tidak akan memulai suatu perang jika mereka tidak merasa terganggu. Jika sedikit saja habitat mereka merasa diusik dan terancam oleh pihak asing, maka dengan semangat ’45 mereka akan melakukan serangan balasan yang pastinya akan membuat musuh kalang kabut dan akan menderita seumur hidup.
Bagi-ku, cukuplah merasa tersanjung seandainya kami disamakan dengan sekawanan Lebah ini. Entah dengan maksud apa aku juga kurang begitu mengerti. Namun ku anggap, aku memiliki kawan-kawan yang luar biasa yang masing – masing memiliki talenta-talenta individu yang unique. Mulai dari seorang pujangga ulung dengan naskah-naskah syairnya yang menghanyutkan hingga seorang yang apa adanya, yang megungkapkan semua yang terlintas di otaknya dengan gamblang tanpa ada perasaan pakewuh. Yang dilanjutkan oleh wejangan penuh nilai yang terkandung banyak ilmu kehidupan, hingga kata – kata yang Cuma mengandung cela-an dan cerca-an tiada tara. Meski demikian, semunya bersatu berjalan seiring dengan perasaan saling memiliki dan keinginan kuat untuk saling mendukung dan melindungi satu sama lain. Mungkin keindahan ini hanya ada pada kami, dan pastinya akan berlangsung terus sampai ke generasi – generasi berikutnya.
Jika kawan-kawan Andrea Hirata di perguruan Muhammadiyah Blitong di sebut dengan sebutan Laskar Pelangi, maka aku mungkin lebih suka menyebut kawanan labah ini dengan Para Prajurit Cinta. Cinta, yang mana mendasari setiap langkah kami untuk saling menyayangi, melindungi, dan mendukung, meskipun kadang keluar kata-kata tajam tanpa dosa menusuk hati. Perasaan menyayangi sesama saudara, yang dengan ikhlas melakukan apa-pun untuk menyenangkan lebah lain yang butuh pertolongan. Atau perasaan sedih yang dengan sendirinya tumbuh jika ada satu lebah yang berlinang air mata. Dan kebahagian yang dengan indah tersalurkan jika ada lebah yang tertawa baagia.
Sepertinya ini jadi mimpi yang Indah bukan [?]. Atau ini hanya perasaan hiperbolis yang entah dari mana datangnya yang tiba-tiba menelusup masuk di tiap pori-pori, yang dengan terorganisir melakukan agresi yang dengan sukses membombardir dunia khayalan yang aku buat.
Semoga ini bukan hanya mimpi dengan isapan jempol. Dan semoga para prajurit yang sedang berjuang mencari cinta-nya sendiri segera menemukan yang mereka cari. Dan tentunya Malaikat Juga akan tau kalo semua ada masa-nya sendiri – sendiri.

m'Q
_

No comments: