@
Sering sekali dalam satahun ini terjadi accident yang meski tidak berakibat fatal, tapi cukup memusingkan fikiran. Dan lagi – lagi, yang paling menderita kerugian justru si pelaku kejadian itu sendiri.
Sedikit ulasan background, di tempatku adalah yang bertanggung jawab dan yang mengontrol sekaligus mengawasi, bagaimana process delivery parts, dari supplier ke perusahaan berjalan sesuai dengan rule yang ada.
Karena bagian ini langsung bersentuhan dengan jalanan dan jalan raya yang sudah tentu dengan kepadatan dan keruwetanya di segala sector. Nah,….. masalah berawal dari sini, Jika kondisi siang hari yang begitu padat dan ramai, sehingga konsentrasi akan dengan sukses tersalurkan sebagaimana mestinya, maka masalah yang berhubungan dangan konsentrasi saat membawa parts akan sedikit ter-eliminasi.
Namun…. Saat malam memeluk bumi, maka keadaan akan menjadi sangat tenang, sepi, mencekam,…. Dan mulailah drama kengerian mulai mengancam. Disini yang di soroti bukannya tindak criminal sejenisnya, tapi berupa reaksi alami setiap makhluk yang bernyawa. Tubuh ini, terutama manusia sebagai makhluk siang hari, akan merasakan reaksi yang dinamakan oleh ahli kedokteran dan perdukunan dengan nama Kantuk. Disinilah awal bahaya siap menerkam dan merobek tatanan yang tertata dengan rapi.
Jika kita posisikan diri sebagai seorang driver, maka saat malam hari, dimana kondisi sepi, gelap, dan sunyi mencekam serta dingan menusuk tulang, maka dengan sangat sukses penyakit kantuk ini akan langsung menyergap. Bayangkan,… jika sedang mengendarai mobil atau truck tiba-tiba kantuk datang, maka dengan tanpa ampun, kendali teradap pikiran dan respon reflex dari tubuh akan berkurang atau bahkan lenyap. Saat itulah, banyak kecelakaan jalan raya terjadi.
Kasus ini adalah kasus ke-6 yang aku tangani dari 12 kasus yang terjadi. Hasil investigasi secara intensive dan berkala layaknya seorang detective, 10 kasus terjadi karena kondisi mengantuk, 1 kejadian karena salah system management dai perusahaan delivery, dan 1 kasus karena kecerobohan dan sikap ugal-ugalan driver. Kebetulan 4 dari 6 adalah kerena driver mengantuk dan 2 lain-nya adalah kejadian yang berhubungan dengan driver dan system kerja perusahaan delivery tadi.
Kadang saat menginterogasi driver, kebanyakan bahkan hampir 80% terjadi sebenarnya bukan karena kesalahan dari driver itu sendiri.
Mungkin benar, driver mangantuk, tapi ini adalah rekasi alamiah yang bisa terjadi pada siapa-pun. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana mengatasi jika ternyata driver tersebut mengantuk.
Logika berfikir meski diputar balik sedemikian rupa sehingga yang kita soroti adalah factor selain factor manusia. Setiap perusahaan pasti punya guidance yang digunakan agar pelaksanaan kegiatan usaha tersebut berjalan dengan lancar, namun kadang standard operational itulah yang tidak berjalan atau bahkan malah tidak ada.
Katakan driver tersebut mengantuk, lalu…. Dia harus ngapain, [??] kalo tidak ada procedure yang jelas, maka sudah pasti kecelakaan akan terjadi dengan indah. Menurutku yang terpenting adalah benahi dulu management driver, dan segala procedure abnormal yang pastinya akan terjadi saat di jalan raya. Salah satunya adalah mengantuk.
Jika management perusahaan peduli, maka akan dibuatlah berbagai macam procedur atau cara atau metode yang bisa di terapkan oleh driver saat kondisi abnormal tersebut datang menyergap. Artinya, kepedulian dari management tertinggi akan keselamatan driver, dan barang yang dibawa adalah yang utama.
Banyak jalan menuju Roma, dan sudah pasti banyak jalan untuk mencegah terjadinya kecelakaan karena mengantuk. Yang utama adalah control dan pelaksanaan tiap point – point penting dari standard operation yang sudah ada. Tapi tentunya Standard operation itu haruslah sudah benar dan sesuai denangan berbagai macam kondisi yang bisa terjadi di lapangan. Jika system ini berjalan dengan cantik, maka anggak kecelakaan di jalan karena mangantuk atau factor yang lain akan bisa diminimalisir. Tentunya peran active dari tiap pimpinan perusahaan atau staff pendukung operational adalah yang paling utama. Benahi dulu system yang ada untuk meminimalisir kondisi abnormal, baru setelah itu me-maintain manusia pelaksananya. 2 hal ini harus berjalan seiring dan berkesinambungan. Tidak bisa jika berjalan sendiri – sendiri.
m'Q
_
No comments:
Post a Comment