Friday, 14 November 2008

Gila Bola [ Curhat seorang kawan ]

28 okt 45. rakyat surabaya menyerang basis sekutu (amerika,inggris yg diboncengi belanda). intinya mereka tidak mau tunduk pada hegemoni asing. pertempuran terus berlanjut selama beberapa hari. hingga akhirnya malaby tewas.

9 nov 45. Mansergh menyerahkan 2 surat kepada Gubernur Suryo. Pamflet disebar. isinya berupa seruan untuk menyerah. rakyat surabaya harus mengibarkan bendera putih.

10 nov 45. bung tomo yang tidak sabar menunggu kelambanan pusat mendatangi RRI. pidatonya diperdengarkan luas. rakyat menyambutnya dengan antusias. pemuda disiapkan. dipasangi bom bunuh diri di badan mereka untuk menghadang tank2 sekutu. bung Tomo pun bergerilya. perang bergejolak hingga desember. hingga sekutu tersadar. indonesia tidak bisa dilawan dg kekerasan. perjanjian linggarjati digelar. mengawali babak baru penjajahan gaya baru. kapitalisme.

kita terbuai kawan. Kapitalisme adalah musuh bersama. Konsep para milyarder asing untuk memperkaya diri sendiri, dan trus menumpuk kekayaan untuk dinikmati sendiri. Padahal di Dunia ini telah penuh sesak anak - anak kurus kering yang kurang gizi berteriak - teriak minta sesuap nasi. Penjajahan yang dulu berbentuk Kolonialisme dengan tidasan senjata dan nafsu, sekarang telah berganti menjadi penjajahan dengan wajah baru. Fashion, Life Style, Food, sampai ke Pekerjaan, Pola pikir, dan yang lebih parah adalah Sepak Bola.

Bayang kan saja, Liga2 asing masuk bukan hanya mengajarkan sportivitas tapi juga materialitas dan chauvinis. Penampangan sosok pemain bola yang gila nge-drugs, pesta, pakaian - pakain glamor, sampai dengan kehidupan malam terus ditayangkan. Semantara Liga Indonesia yang sudah menjelma menjadi Indonesian Super Leaque telah berubah menjadi ajang tawuran yang gak berbentuk. Bukan lagi Jaman-nya lempar - lemparan botol, tapi sudah berubah menjadi tawuran diatas lapangan. cibiran. cemooh. tapi tak ada yg berani mengubah. industri persepakbolaan lokal semakin merunduk. klub2 sekarat. pemain menghinakan diri. suporter,tak usah ditanyalah. Wasit jadi kambing hitam yang semakin hitam karena dengan setia menerima pukulan dan tendangan kung-fu dari pemain.
Reformasi perindustrian sepak bola atau kita akan mati. Yang tersisa hanya binatang - binatang buas yang siap mencakar dan menendang. Gak ada lagi sportivitas, saling menghargai, dan menerima kekalahan seperti yang diajarkan guru-ku jaman SD dulu. Semua pengen menang sendiri. Skali lagi, harus ada yang berani me-Revolusi semua ini. dulu negri ini di segani oleh kawan dan lawan. Sekarang cukup dengan Team U-21 untuk meladeni Pasukan Senior Merah Putih.

Entahlah, sebentar lagi timnas bertanding di Piala Tiger " malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya...", Gak usah mikirin Olimpiade ato malah World Cup. Pikirin aja ISL dan COPPA DJISAMSU yang katanya perhelatan Paling akbar di Tanah Air. ahhh,.... aku cuman bisa nulis dan berdoa,... " Semoga Timnas Indonesia Bisa Juara Piala Dunia " [amin.]


{ Rq & Ekh }

No comments: