Thursday, 20 March 2008

Ayat – Ayat Cinta

Bulan ini, ramai sekali orang membicarakan sebuah Film berjudul “ Ayat – Ayat Cinta “. Film ini diangkat dari sebuah nivel laris dari karya emas Habiburrahman El Shirazy. Jujur saja, Novel karya Kang Abik ini, adalah novel pertama yang bisa membuat saya menangis. Dan sekaligus merasa haru dan iri dengan apa yang didapat Maria ( salah satu tokoh yang ada dalam novel ). Di akhir hidupnya dia mendapat-kan hidayah dari 4JJI yang akhirnya dia mendapatkan Khusnul Khotimah. Tanpa mengesampingkan kisah romantis nan dramatis yang dialami oleh sang tokoh utama yang di gambarkan begitu Perfectionist, dan sangat ideal ( Fahri ), tapi di akhir kisah, petikan kata – kata “Maria” membuat tubuh ini merinding dan bergetar hebat “ Aku masih mencium bau Surga, wnginya masuk kedalah sukma, aku ingin masuk ke dalamnya. “, dalam hati sempat terbesit…. Apakah aku yang bodoh dan kotor ini akan bisa merasakan perasaan yang dilukiskan “Maria” [?], ( entah… hanya 4JJI dan waktu yang bisa menjawab )

Bicara mengenai Film-nya sendiri, dari sudut pandang orang awam yang sama sekali tidak mengerti apa itu sebuah Film, aku anggap cukup baik. Dan backsound yang digunakan juga mampu membawa si Penikmat film terbawa kedalam alur yang coba untuk di visulisasikan ke dalam cerita. Film yang aku bilang adalah film romance ini memang asli romantis, apalagi dengan suguhan cerita Poligami dari si Fahri,. Secara penggarapan saya anggap halus, cuman terkadang beberapa bagian terkesan dipaksakan dan terlalu terburu – buru untuk di selesaikan. Ada bagian – bagian yang sebenarnya bisa di explore, tapi ternyata hanya sekilas. Bahkan kadang malah sama sekali tidak nyambung. Disamping exploitasi akan keindahan Mesir yang sama sekali kurang, film ini juga sekali lagi, lebih condong ke pesan romance dari pada ke Agamis-nya. Disini sangat terlihat memang, bahwa karya mas Hanung memang sengaja di buat beda dengan cetira di Novel. Bagaimanapun juga Film ini saya anggap sebuah karya besar, karena dalam sejarah film Indonesia, belum ada yang sesukses ini mencuri perhatian penonton dan pecinta film, dari mulai anak – anak, ABG, sampai Ibu-ibu pun tertarik untuk menyaksikan film ini. Bahkan sampai ada seorang temen yang sangat bernafsu sekali sama film yang satu ini, sepertinya dia bener – bener tersentuh dengan apa yang di critakan di dalamnya.

Selamat dan sukses ajalah buat Kang Abik sama mas Hanung, semoga kelak entah kapan aku bisa menciptakan sebuah sesuatu sehebat anda berdua…. [Amin].


00:33
Jakarta, March 09, 2008

No comments: